Facebook Pixel Code Stimulasi untuk si Kecil Selama Masa Physical Distancing

Stimulasi Tepat Untuk Dukung Si Kecil Jadi Generasi Maju Selama Masa Pembatasan Fisik

Stimulasi Tepat Untuk Dukung Si Kecil Jadi Generasi Maju Selama Masa Pembatasan Fisik

Stimulasi Tepat Untuk Dukung Si Kecil Jadi Generasi Maju Selama Masa Pembatasan Fisik

 

Selain memberikan asupan bergizi buat si kecil, ada banyak aktivitas seperti bermain bersama bunda yang perlu dilakukan untuk membuat tumbuh kembang si kecil jadi optimal.

Meningkatkan aspek berpikir kreatif, perluas wawasannya dengan membuat variasi kegiatan, misalnya menu makanan atau aktivitas berbeda setiap harinya. Beri anak kesempatan mengeksplorasi lingkungannya seperti bermain sambil belajar mengenal bentuk dan warna. Lakukan 1 kegiatan saja dalam 1 waktu agar konsentrasinya berkembang, misalnya ketika makan hanya makan saja tidak makan sambil menonton TV.

Ajak si kecil mengeksplorasi lingkungan, khususnya apa yang ada di rumahnya. Perkenalkan semua benda di rumah sambil menyebutkan apa bentuk dan warnanya. Misalnya meja ini berbentuk kotak dan berwarna coklat. Ajak juga si kecil menyebutkan fungsi benda tersebut, misalnya dengan ditanya, “Kursi untuk apa?” Variasikan juga dengan beragam pertanyaan lain misalnya, “Siapa yang perlu memakai bantal?” atau, “Bagaimana cara memakai sandal?” atau, “Di mana ya kita bisa menemukan kompor?” Untuk meningkatkan kemampuan konsentrasinya, lakukan hanya 1 kegiatan dalam 1 waktu saja. Misalnya ketika si kecil makan, maka ia hanya makan saja, tidak sambil menonton atau bermain. Si kecil mungkin bosan, namun dampingi ia sehingga bisa menuntaskan proses makannya tanpa bermain atau menonton.

Untuk bantu tumbuh kembang si kecil, pastikan si kecil selalu makan dan minum bergizi seimbang. Walaupun ia tidak suka, namun tetap perlu diusahakan agar si kecil menghabiskan porsi sayur dan buahnya. Tubuhnya butuh imunitas kuat dalam menghadapi pandemi ini.

Ajak anak bergerak aktif agar koordinasi motoriknya lebih sempurna, keseimbangannya lebih baik, dan ia menjadi lebih kuat, gesit, dan lincah. Bergerak aktif bisa dilakukan juga di rumah lho, misalnya menari bersama mengikuti irama lagu favorit atau berjalan di atas garis lurus ubin tanpa terjatuh.

Pastikan juga tidur cukup, anak balita butuh 10-14 jam tidur setiap harinya.

Si kecil jangan terus-terusan dibantu lho. Ia perlu diajari melakukan kegiatan bantu diri sendiri, misalnya makan sendiri, berganti baju sendiri, dan mandi sendiri. Walaupun ia butuh waktu panjang untuk melakukannya, namun tetap beri kesempatan. Semakin sering berlatih, tentu ia semakin mahir dan semakin mandiri.

Mulailah dari menjalin hubungan yang mesra dengan si kecil. Kemudian buat aturan yang jelas di rumah, dan jalankan aturan itu. Adanya aturan yang jelas membuat si kecil justru merasa aman. Jangan lupa juga saat bermain bersama bunda untuk mencari kelebihan si kecil, dan sampaikan dengan jelas, sehingga si kecil merasa ada hal positif yang ia miliki.

Ayo kenalkan banyak orang kepada si kecil dan beri contoh bagaimana bergaul dengan orang yang berbeda-beda. Dalam situasi saat ini Bunda bisa mengajaknya si Kecil melakukan panggilan video (video call) dengan kakek nenek atau saudara-saudara nya. Ayah dan bunda juga bisa menunjukkan contoh tentang saling bekerjasama dan saling mengobrol, jadi si kecil belajar bahwa hubungan yang sehat dengan orang lain adalah hubungan yang saling mengisi dan membantu.

Pertanyaan yang dijawab oleh Mbak Nina:

1)    Contoh kegiatan apa saja sih yang bisa dilakukan untuk menstimulasi si Kecil sesuai usianya?

 

Contoh aktivitas:

  • Mengasah indera penglihatan: bermain dengan benda yang beragam warna, sambil mengenalkan nama warna

  • Mengasah indera pendengaran: bermain dengan botol plastik bekas berisi berbagai benda (biji kacang tanah, biji kacang hijau, biji kacang merah, kerikil, logam kecil, kelereng dsb). Pastikan tutup dilem dengan kuat agar si kecil tidak dapat membuka dan menelan isinya.

  • Mengasah indera peraba: berikan berbagai benda/ kain yang memiliki tekstur berbeda, mulai dari halus sampai kasar

  • Mengasah indera pengecapan: memberi berbagai macam makanan ringan atau buah dengan rasa dan tekstur yang beragam.

  • Mengasah penciuman: ajak si kecil mencium aroma bunga, daun, buah, mencium udara saat hujan (bau tanah basah) dsb.

  • Mengasah gerak/ motorik: berjalan atau berlari di ruang yang cukup aman (halaman berumput, lantai dengan alas karpet karet sehingga aman bila si kecil jatuh. Berikan target untuk dituju atau benda untuk diambil sebagai motivasi.

  • Mengasah keseimbangan: bermain ayunan, orangtua dapat menggenggam tangan si kecil dan mengangkatnya hingga kaki tidak menyentuh lantai dan mengayunnya. Bisa juga menggunakan kain gendongan atau kain sprei.

Contoh aktivitas:

  • Berpikir kreatif: meniru suara dan gerakan binatang; bermain masak-masakan; bermain peran (jadi dokter, guru, polisi, bajak laut dsb); bermain jual-jualan; naik kereta menggunakan kardus; membuat rumah-rumahan/ kendaraan dari kardus bekas; membuat kota dari balok dan kotak bekas; mengumpulkan pakaian/ selendang/ topi bekas untuk dijadikan kostum bermain si kecil.

  • Bahasa: belajar kosa kata baru dengan dongeng/ cerita (lisan ataupun bacaan dengan buku bergambar); bersajak, menyanyikan lagu anak

  • Kognitif: belajar bentuk dan memasangkan bentuk yang sama; memasangkan warna yang sama; mengurutkan benda berdasarkan besar-kecil, panjang-pendek, banyak-sedikit, tinggi-rendah, berat-ringan.

  • Supel: petak umpet, lompat tali bersama; lempar tangkap bola; menggambar/ melukis; bermain musik perkusi dengan barang bekas.

  • Bantu tumbuh kembang: mengeksplorasi berjalan (pelan, berjinjit, cepat, jalan melompat, sambil menghentakkan kaki), berjoget mengikuti irama lagu; membuat arena track di rumah dengan petunjuk (si kecil diminta mengikuti jalan tersebut sambil berjalan lurus, berjalan satu kaki, melompat dua kaki, berjongkok, memanjat dsb); bermain play-dough/ tanah liat/ plastisin, menjepit pom-pom kecil dengan sumpit; membuat kalung dari manik besar atau macaroni.

Contoh aktivitas:

  • Permainan tradisional: petak umpet, tak lari, lompat tali, congklak, engklek, bekel, bermain karet, membuat perahu dari kulit jeruk Bali.

  • Membuat jam matahari: Pilihlah tempat yang disinari matahari sepanjang hari. Tandai tempat si kecil akan berdiri. Si kecil akan berdiri di tempat itu 3 kali dalam sehari. Lakukan pada saat sarapan, makan siang dan makan sore. Tandai posisi bayangan setiap kali ia berdiri di tempat tersebut (bisa menggunakan batu-batu kecil, pot bunga atau cat/kapur untuk memberi tanda. Beri nama sesuasi dengan waktunya (waktu sarapan, makan siang, makan sore).

  • Board game: kartu (Remi, UNO, Kwartet, domino); ular tangga; catur; Ludo; scrabble; halma dsb.

  • Bermain kreatif: menggambar, mewarnai, melukis, membuat art crafts, membuat cookies/ kue kering, sandwich dsb.

1)    Bagaimana cara mengatasi anak yg pemalu tapi sebenernya dirumah dia termasuk anak yg aktif?

Bagus sekali si kecil masih bisa terus aktif selama di rumah saja. Mumpung di rumah saja, lakukan beragam aktivitas yang bisa terus mengakomodir kebutuhan si kecil untuk bergerak. Misalnya bisa naik turun tangga, bergerak mengikuti gerakan binatang, mencari benda-benda berwarna merah di rumah, mendekor ulang kamarnya (misalnya menempatkan gambar buatannya), yoga mengikuti tutorial. Sesekali minta ide dari si kecil tentang kegiatan yang bisa dilakukan bersama.

Sesekali ajak si kecil melakukan video call dengan temannya, tentu saja dengan pendampingan orangtua. Pada saat ia mengobrol, jangan terlalu banyak dikomentari, biarkan si kecil memiliki dunianya. Hanya perlu dipantau saja, setelahnya bisa diajak membicarakan hal-hal yang tadi ia obrolkan atau lakukan.

Boleh juga melibatkan si kecil dalam obrolan orangtua, misalnya obrolan ketika sore hari. Jadi si kecil terbiasa untuk berkomunikasi. Penting juga memperbanyak wawasan si kecil supaya ia ‘nyambung’ dengan beragam topik obrolan. Caranya menambah wawasan bisa dengan diajak membaca buku, menonton film yang sesuai usianya, dan tentunya bisa ditambahkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari orangtua.

Selamat beraktivitas bersama si kecil!

2)    Bunda Nina Si Kecil sudah terbiasa bermain di luar bersama temannya, bagaimana cara menjelaskan larangan kepada si Kecil di masa pembatasan fisik seperti ini?

Katakan pada si kecil bahwa saat ini, di Indonesia dan negara-negara lain, sedang dilanda virus Corona. Virus ini bisa bergerak lebih cepat dari satu orang ke orang lain. Setiap orang bisa terkena virus ini, baik anak-anak, orang dewasa, maupun orang yang sudah tua. Caranya lewat apa? Lewat droplets atau percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang sudah terkena virus COVID-19. Kalau seseorang bersin atau batuk, maka percikan itu akan keluar dari hidung atau mulutnya.

Percikan itu bisa menyemprot ke tubuh kita langsung atau menempel di benda-benda sekitar kita. Kalau percikan itu terkena ke kita lalu kita pegang muka, kita bisa ketularan atau ikutan sakit. Ada juga orang yang tidak sakit, kalau daya tahan tubuhnya kuat sekali untuk melawan virus. Tapi orang itu bisa membawa virus itu ke orang lainnya, yang mungkin daya tahan tubuhnya lemah dan mudah terkena penyakit. Supaya kita tidak terkena virus, sementara waktu ini, kita tinggal di rumah dan hanya keluar kalau ada keperluan yang sangat penting. Tapi ini hanya sementara sampai virus itu menghilang atau tidak lagi mengancam.

Informasi tersebut bisa disampaikan melalui peragaan dengan mainan atau boneka dan menggunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami si kecil, sesuai dengan usianya.  Dapat pula menggunakan gambar atau video khusus anak yang dapat diperoleh di internet atau media sosial.

Selain menjelaskan, penting sekali untuk tetap tegas melarang si kecil main di luar. Percuma jika menjelaskan panjang lebar namun ia tetap diperbolehkan main karena ia rewel meminta keluar.

Supaya lebih mudah, bekerja sama juga dengan tetangga untuk sama-sama melarang anak-anaknya bermain di luar rumah untuk sementara waktu. Perbolehkan mereka saling menelepon atau berinteraksi lewat video call.

3)    Selama masa pembatasan fisik,  anak jadi lebih mudah emosi, bagaimana ya Bunda Nina cara saya sebagai orang tua menjaga emosi si Kecil dengan stimulasi yang tepat?

Pasti kondisi seperti ini sering sekali Bunda hadapi selama masa pembatasan fisik...

Stimulasi yang dapat diberikan untuk perkembangan emosi si kecil adalah stimulasi untuk percaya diri dan mandiri. Supaya lebih percaya diri, penting bagi si 1.5 tahun untuk merasa aman dan percaya pada orangtuanya. Ketika ia menangis, janganlah dimarahi atau diatur-atur. Sebaliknya berikan saja pelukan atau gendong saja sampai ia tenang.

Sembari memeluk atau menggendong, orangtua bisa menyampaikan kalimat seperti, “Kamu marah ya?” atau, “Kamu sedih ya?”, sesuai dengan kemungkinan emosi yang dirasakan si kecil.

Dengan demikian ia mengenal emosinya, dan merasa dipahami orangtuanya, sehingga ia bisa percaya kepada orangtuanya. Untuk lebih mendorong potensi percaya dirinya, jangan lupa memberikan pujian setiap kali ia bisa melakukan sesuatu yang baik, misalnya setelah ia menyebutkan kata-kata baru atau setelah ia meniru perilaku yang baik.

Si kecil yang berusia 1.5 tahun mungkin belum terlihat mandiri. Walaupun demikian, kita sudah bisa melakukan stimulasi untuk membuatnya lebih mandiri kelak. Caranya adalah dengan melibatkan dia dalam kegiatan sehari-harinya. Contohnya, saat makan, biarkan ia mencoba menyendok sendiri makanannya, sementara orangtua bisa tetap membantu di sampingnya. Contoh lain, ketika mandi, ia diberikan gayung sendiri agar bisa ‘mandi sendiri’ walaupun ia masih dimandikan. Jangan lupa berikan apresiasi agar ia mengenali kemandirian tersebut, misalnya, “Wah hebat sudah mandi sendiri!”

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Beragam Manfaat Minum Susu Sebelum ...

Minum susu sebelum tidur dipercaya dapat memberikan manfaat yang lebih. Selain menambah asupan...

Cara Membantu Anak Mandiri Sejak ...

Kemandirian merupakan hal penting dalam hidup. Oleh karena itu, anak sebaiknya belajar mandiri...

Cara Berkomunikasi dengan Anak Usia 2...

Yuk, membaca cara berkomunikasi dengan anak 2-3 tahun untuk mempererat hubungan. Cara yang ada juga...

6 Tips Hadapi Perilaku si Kecil ...

Ada kalanya si Kecil rewel saat di Rumah. Apa yang harus Bunda lakukan? Berikut tips untuk Bunda...

Bangun Rasa Percaya Diri si ...

Dorong si Kecil untuk menentukan sendiri aktivitas yang ia mau. Berlatih untuk memilih bisa...

Menyambut Ramadan dengan Bermain Bersama ...

Aktivitas di rumah selama Ramadan akan seru bersama si Kecil kalau Bunda melakukan...


Artikel Terpopuler

8 Nutrisi Penting untuk Daya ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi pada ...

Baca Selengkapnya >

Bun, Pastikan Periode Emas ...

Baca Selengkapnya >

Kenali Sebab dan Penanganan ...

Baca Selengkapnya >

Pahami Stunting pada Anak ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut