Facebook Pixel Code Menyambut Ramadan dengan Bermain Bersama Bunda di Rumah

Menyambut Ramadan dengan Bermain Bersama Bunda di Rumah

Menyambut Ramadan dengan Bermain Bersama Bunda di Rumah

Menyambut Ramadan dengan Bermain Bersama Bunda di Rumah

Perlu sekali lho anak-anak bermain dengan ayahnya. Memang apa untungnya sih jika ayah ikut terlibat dalam pendidikan anak? Ternyata banyak sekali!

Dalam jangka pendek, koordinasi tangan dan kaki si kecil biasanya jadi lebih baik, meningkatkan potensi prestasi bantu tumbuh kembangnya. Hubungan si kecil dengan ayah juga lebih dekat, dan si kecil jadi lebih percaya diri. Si kecil juga cenderung lebih mandiri ketika banyak bermain dengan ayah. Dan tentu saja, keterampilan sosialnya juga lebih terasah, sehingga potensi supelnya juga jadi lebih optimal.

Dalam jangka panjang, penelitian membuktikan bahwa anak yang punya hubungan baik dengan ayahnya bisa bergaul lebih baik, problem perilakunya berkurang, lebih jarang terlibat kriminalitas dan penyalahgunaan obat, punya tingkat pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik dibandingkan ayahnya, lebih mampu berempati, ketika dewasa kelak mampu mendapatkan kehidupan seksual yang lebih sehat dan memuaskan, memiliki keyakinan diri yang lebih tinggi, dan lebih mensyukuri hidupnya. Anda mau kan punya anak yang seperti ini?

Biasanya bunda lebih suka melakukan kegiatan yang kalem / tenang. Sementara ayah mengajak kegiatan yang lebih aktif, misalnya bermain di luar ruangan atau berolahraga.

Jenis kegiatan yang berbeda akan menstimulasi hal yang berbeda pula pada si kecil. Contohnya kalau si kecil bermain puzzle bersama bunda, maka yang terstimulasi adalah kemampuan konsentrasi dan kemampuan spasial, yang merupakan bagian dari potensi prestasi berpikir kreatif. Sementara itu jika si kecil bermain lomba lari dengan ayah, maka yang terstimulasi adalah koordinasi motorik kasar yang merupakan bagian dari potensi prestasi tumbuh kembangnya.

Walaupun berbeda, kegiatan yang dilakukan bersama bunda dan ayah sama baiknya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Oleh karena itu, perlu sekali bunda dan ayah bekerja sama dalam mengajak si kecil bermain, supaya mendapat manfaat sebesar-besarnya.

Untuk kegiatannya saja, sesungguhnya bisa digantikan oleh bunda. Misalnya bunda juga mengajak si kecil untuk berlari-larian, melompat, menendang bola, dll. Manfaat secara fisik atau kognitif bisa serupa. Namun ada perbedaan di perkembangan emosinya, karena faktor ayah sesungguhnya tidak tergantikan.

Saat si kecil punya hubungan mesra dengan ayah, maka ia akan bisa belajar peran gender yang berbeda antara perempuan dan laki-laki. Si kecil juga mendapatkan lebih banyak dukungan emosional, yang membuat ia bisa lebih percaya kepada orang lain. Contohnya ketika menangis, ia jadi bisa ditenangkan oleh bunda maupun ayah, jadi tak harus menunggu bunda saja. Si kecil juga belajar bertoleransi pada perbedaan, misalnya saat mengalami perbedaan mengasuh antara bunda dan ayah. Dengan dekat kepada ayah, si kecil juga bisa belajar sifat maskulinitas, misalnya keberanian mengambil risiko, ataupun keberanian berkompetisi.

Oleh karena pentingnya peran ayah, bunda yang single parent perlu mencari cara untuk tetap membuat anak-anaknya punya hubungan dekat dengan figur ayah, misalnya kakek atau om. Figur ayah bukan hanya seseorang yang sesekali datang, namun punya hubungan mesra dengan si kecil.

Jadwal bermain sebetulnya bukan sesuatu yang kaku, namun perlu disesuaikan dengan minat si kecil, juga tentunya kebisaan ayah sendiri. Kalau ayah masih sangat bingung dan kaku saat mengajak bermain, maka bisa jadi waktu bermain bersama masih sedikit. Namun kalau sudah lebih luwes, tentunya jadwal bisa lebih panjang.

Jika ayah masih harus bekerja di luar rumah selama Ramadhan ini, maka begitu ia sampai ke rumah, ia perlu segera mandi dan berganti pakaian sebelum bermain dengan si kecil. Sangat mungkin ayah membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat sebelum bisa beraktivitas bersama.

Kalau ayah bekerja di rumah, bisa jadi tak setiap waktu ia bisa bermain dengan si kecil. Coba diskusikan dengan ayah kapan waktu yang paling nyaman buat ayah untuk si kecil. Jika bunda juga bekerja di rumah, maka usahakan berbagi tugas, kapan bunda harus fokus bekerja sementara ayah bekerja sambil mengasuh si kecil, dan sebaliknya kapan ayah harus fokus bekerja sementara bunda bekerja sambil mengasuh si kecil.

Usahakan bekerja sama sebaik-baiknya antara bunda dengan ayah. Dengan demikian, si kecil akan terstimulasi potensi prestasi supelnya, karena mendapat contoh terbaik dari ayah dan bundanya. Ingat, jadikan masa Ramadhan ini masa memperbaiki relasi dalam keluarga.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan si kecil bersama ayah berdua saja. Berikut ini contoh-contoh yang bisa dilakukan ayah di rumah:

- Agar si kecil berpikir kreatif, ayah bisa mengajak si kecil bermain teka-teki, menyusun rangkaian kata, menyembunyikan benda di rumah dan meminta si kecil mencari dengan petunjuk tertentu, dll.

- Agar si kecil terbantu tumbuh kembangnya, ayah bisa mengajak si kecil melakukan dribble atau memantulkan bola ke lantai, berkompetisi dengan si kecil untuk berjalan lebih cepat ke ruang tertentu, menjadi ‘kuda’ dan si kecil menaiki ayah sambil berlatih menjaga keseimbangan, dll.

- Agar si kecil percaya diri, ayah bisa memberikan rasa aman saat si kecil bermain, misalnya dengan menjaga si kecil agar tak celaka dengan berada di dekatnya. Jangan lupa untuk memberikan tanggapan positif tentang kemampuan si kecil yang mulai membaik saat bermain.

- Agar si kecil mandiri, ayah bisa memberi semangat bagi si kecil ketika melakukan kegiatan mandiri seperti makan atau mandi, juga memberikan kesempatan bagi si kecil untuk mencoba sendiri melakukan kegiatannya misalnya membuka mainannya.

- Agar si kecil supel, ayah bisa mengajak si kecil ikut berinteraksi saat ayah melakukan video call dengan keluarga besar, juga mengajak si kecil bercakap-cakap agar kemampuan komunikasinya berkembang.

Anak perempuan dan laki-laki sama-sama perlu bermain bersama ayah. Manfaatnya akan sedikit berbeda.

Pada anak laki-laki, hubungan yang mesra dengan ayah akan membuat si kecil belajar tentang bagaimana bersikap sebagai sesama laki-laki. Ia juga belajar bertanggungjawab kepada keluarga.

Sementara itu anak perempuan belajar cara berinteraksi dengan laki-laki. Anak perempuan yang dekat dengan ayahnya biasanya lebih menghargai dirinya sendiri dan kelak juga menjalin hubungan perkawinan yang lebih sehat.

Oleh karena itu, bunda dan ayah tetap perlu bekerja sama bermain dengan si kecil, agar perkembangan si kecil lebih optimal.

 

Questions asked & Answered by Mbak Nina:

1) Bagaimana ya memperkenalkan puasa pada balita umur 3,5 thn sambil mengedukasi dg kegiatan sehari2 nya ? Dan agenda rutin apa yg bisa kita terapkan menjelang bulan puasa, supaya mereka selalu semangat menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Pertama Bunda perlu ingat bahwa si kecil belum akan betul-betul mengerti. Namun tetap penting untuk memperkenalkannya pada konsep berpuasa. Sampaikan dalam bahasa yang sederhana dan tidak menakut-nakuti. Misalnya bisa disampaikan bahwa bunda dan ayah sahur, lalu tidak minum dan tidak makan apapun, baru makan dan minum lagi di saat berbuka puasa. Berikan contoh di hari-hari pertama puasa ini, agar si kecil lebih paham.

Malam sebelum tidur, ingatkan si kecil bahwa ia besok akan dibangunkan untuk sahur. Jadi ketika betul-betul dibangunkan, ia tidak terlalu kaget. Bunda dan ayah bisa bekerja sama untuk menyiapkan sahur dan membangunkan si kecil. Buat kegiatan sahur ceria, sehingga si kecil bersemangat mengikutinya.

Pertama kali belajar berpuasa, bisa jadi ia baru akan tahan tidak minum dan makan 3-4 jam saja. Inipun tidak apa-apa. Ucapkan selamat kepada si kecil setelah selesai sahur, selamat mulai berpuasa. Berikan ucapan sambil tersenyum semangat. Ingatkan bahwa ia baru berbuka jam 8 pagi, misalnya.

Dekat-dekat waktu berbukanya, kemungkinan ia sudah rewel. Namun semangati si kecil agar bisa bertahan, dan buka puasa di waktu yang disepakati sebelumnya. Supaya tak terlalu berat, alihkan perhatiannya melakukan kegiatan lain, agar tidak fokus pada haus dan lapar saja. Pada waktu yang disepakati, ajak ia duduk, dan berikan menu buka puasanya. Berikan pujian dan ucapan selamat.

Jika ia sudah terbiasa beberapa hari melakukan ini, maka bunda bisa meningkatkan durasi berpuasanya menjadi lebih panjang. Lakukan secara bertahap.

Siang hari ia bisa diajak berkegiatan lain termasuk sholat, sore ikut menyiapkan buka puasa sesuai dengan kemampuannya. Lalu ia tetap diajak berbuka puasa bersama ayah dan bunda. Rutinitas baru ini bisa dijalankan selama Ramadhan.

 

2) Anak sya usia 4tahun... Anak sya ini seneng sekali brantakin segala sesuatuu... Seperti mainan... Barang" yg ada dirumah... Kdang emosi suka tak stabil ditambah bulan puasa ini... Bagaimna sya menyikapinya bunda

Terbayang deh betapa repotnya Bunda karena harus membereskan mainan dan berbagai benda di rumah. Apalagi di bulan puasa ini, kesabaran terasa lebih diuji. Kabar baiknya, lewat ujian semacam ini, Bunda justru punya kesempatan beribadah lebih khusyuk di bulan Ramadhan.

Si kecil yang berusia 4 tahun biasanya lebih aktif dibandingkan usia di bawahnya. Ia juga belum terlalu terampil, sehingga barang yang diambilnya terkadang jadi berantakan (atau selalu, hehehe). Ia sudah lebih tertarik bermain dengan orang lain, sehingga lebih sering protes jika harus berada di rumah saja.

Selama menghadapi bulan puasa ini, ingatkan si kecil agar ia belajar bersabar. Tiap kali ia mulai marah, ingatkan bahwa ia perlu sabar. Ajak si kecil duduk sebentar, kemudian ajak ia mengatur nafas kembali. Pandu untuk bernapas dengan tenang, sembari bunda juga menenangkan diri. Misalnya bunda bisa mengatakan dengan perlahan, “Ayo bunda hitung 1-4, lalu kita sama-sama tarik napas. Yuk, 1, 2, 3, 4.” Setelahnya, “Nah, sekarang bunda hitung 1-4, lalu sama-sama hembuskan nafas pelan-pelan. 1, 2, 3, 4.” Lakukan ini berulangkali sambil tersenyum.

Jika si kecil sudah terlihat lebih tenang, jangan lupa beri pujian, “Nah, baik sekali kamu sekarang sudah belajar sabar.” Bunda juga bisa menyemangati diri sendiri, karena sudah menjadi lebih sabar saat menghadapi si kecil.

Untuk menangani berantakannya, bunda bisa melibatkan si kecil untuk membereskan apa yang sudah ia buat berantakan. Hal ini bukan hanya membuat si kecil lebih bertanggungjawab, namun sekaligus meningkatkan keterampilan motorik si kecil sehingga koordinasinya lebih baik, dan ia tidak terlalu berantakan lagi.

 

3) Bagaimana jika ayah bekerja di luar pulau ...karena selama ini suami saya bekerja di luar pulau dan baru pulang cuti sekitar 84 hari sekali.apalagi sekarang karena covid 19 ayah nya tertahan di Palembang dan sudah 5 bulan tidak bisa pulang bahkan si bungsu bayi 3 bulan belum pernah sama sekali bertemu ayahnya,apakah akan sangat berpengaruh pada tumbangnya ya..

Pada dasarnya bencana wabah covid 19 ini memang memberikan pengaruh kepada semua orang di dunia. Jadi tidak perlu terlalu berkecil hati atau terlalu khawatir tentang tumbuh kembang si bungsu. Masih banyak kok yang bisa dilakukan untuk membuat tumbuh kembang si kecil jadi lebih baik.

Perkembangan kognitif si 3 bulan masih terbatas. Jika ayahnya tidak hadir secara fisik, ia belum bisa mengenal, karena perkenalan si kecil dengan dunia masih terbatas pada apa yang betul-betul ditangkap oleh inderanya seperti mata, kulit, hidung, lidah dan telinga.

Si kecil tetap bisa diperkenalkan dengan ayahnya lewat suara ayah saat menelpon. Ayah bisa sering-sering menelpon dan bicara dengan si kecil dan kakaknya. Nanti ketika ayah sudah bisa betul-betul hadir secara fisik, maka ia bisa mengenal ayah lebih lanjut dengan melihat, menyentuh, mencium dll.

Perlu diingat bahwa tumbuh kembang si kecil bukan hanya di tahun ini saja. Ia masih bisa mengenal ayahnya di bulan-bulan berikutnya, lewat beragam cara.

Nantinya ketika ayah kembali, berikan kesempatan sebesar-besarnya bagi ayah untuk berinteraksi dengan anak-anak terutama si bungsu. Biarkan ayah melepas rindu tanpa dibebani dulu dengan berbagai urusan. Barulah setelah beberapa hari, ia bisa kembali diajak beraktivitas seperti biasa saat libur / cutinya. Walaupun tak sempurna, kesempatan itu tetap jadi kesempatan sangat baik untuk bisa meningkatkan peran ayah, dan mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil.

 

4) Ramadhan kali ini akan berbeda bagi kita semua termasuk si Kecil karena mungkin kami akan beribadah di rumah saja. Bagaimana membuat si Kecil paham tentang kondisi ini ya Bun?

Kalau biasanya ayah dan bunda bisa mengajak si kecil beribadah di masjid selama Ramadhan, namun kali ini harus dilakukan di rumah saja. Berbuka puasa pun tidak bisa dilakukan beramai-ramai atau di rumah makan favorit si kecil, namun harus dilakukan di rumah.

Wajar sekali kalau si kecil berulangkali bertanya. Setiap ada perubahan, ia butuh waktu untuk memahami perbedaan kondisi dibandingkan sebelumnya. Sabar-sabarlah untuk menjelaskan. Bukankah tiap Ramadhan juga kita selalu diingatkan untuk bersabar? Inilah kesempatan kita sebagai bunda untuk belajar bersabar.

Jelaskan kembali kepada si kecil bahwa saat ini kita semua sedang berusaha menjadi Pahlawan Penjaga Kesehatan, yaitu dengan di rumah saja. Ceritakan kepada si kecil dengan bahasa sederhana. Hal-hal yang bisa kita ingatkan kepada si kecil misalnya hal-hal berikut ini.

- Di semua tempat sekarang sedang ada virus corona.

- Setiap orang bisa terkena virus, jika bertemu dengan orang lain.

- Kita bisa sakit jika tubuh kita kurang kuat.

- Ketika berpuasa, kekuatan tubuh kita bisa sedikit berkurang.

- Jadi kita harus lebih banyak di rumah, supaya lebih kuat.

Informasi tersebut bisa disampaikan melalui peragaan dengan mainan atau boneka dan menggunakan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami si kecil, sesuai dengan usianya.  Dapat pula menggunakan gambar atau video khusus anak yang dapat diperoleh di internet atau media sosial.

Anak balita biasanya belum bisa memahami analogi, karena perkembangan kognitifnya masih terbatas pada pemahaman sesuatu yang kongkrit saja. Jadi agar si kecil tetap semangat ibadah dari rumah, berikan apresiasi yang bisa dilihat secara langsung.

Contohnya:

- Setiap kali si kecil sholat, ia bisa mendapatkan stiker atau tanda bintang di bukunya. Jika stiker / tanda bintang sudah mencapai jumlah tertentu, si kecil bisa mendapat sesuatu yang menyenangkan, misalnya menu buka puasa favoritnya.

- Jika ini adalah saat pertama si kecil berpuasa, usahakan dilakukan secara bertahap. Misalnya hari ini berbuka di jam 12 siang, esok jam 1 siang, esoknya lagi jam 2 dst. Selalu perhatikan daya kekuatan si kecil, dan jangan memaksakan untuk berpuasa. Supaya ia lebih paham, ajari si kecil membaca jam, gunakan jam dengan angka dan jarum (jam analog, bukan jam digital).

- Si kecil mungkin merasa haus / lapar. Alihkan perhatiannya dengan melakukan kegiatan lainnya. Misalnya, “1 jam lagi kamu bisa buka puasa. Ayo, sekarang bantu bunda dulu untuk menyiapkan makanan buka puasa kamu. Begitu selesai, kamu bisa berbuka.”

Baik sekali si kecil punya kerinduan beribadah di masjid. Sayangnya, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk beribadah dengan cara yang biasa. Bisa jadi saat beribadah di masjid, kita justru tertular virus corona karena tanpa sengaja bertemu dengan orang yang ternyata mengalami covid-19, atau menyentuh barang yang mengandung droplets dari penderita covid-19.

Bunda dapat mengingatkan si kecil bahwa sholat adalah hubungan hati antara diri kita dengan Allah. Jadi tidak harus ke masjid, apalagi saat ini. Justru jauh lebih baik sholat berjamaah di rumah.

Dibandingkan mengeluh karena tidak bisa ke masjid, bantu si kecil untuk menemukan berbagai kebaikan yang terjadi pada saat ini. Contohnya:

- Si kecil jadi punya waktu lebih banyak bersama ayah dan bunda.

- Si kecil tetap bisa mengobrol dengan nenek dan kakek lewat video call.

- Bunda bisa membuatkan menu buka puasa favorit si kecil.

- Bersama bunda dan ayah, si kecil bisa mengamati lagi seluruh benda yang ada di rumah. Ajak si kecil mengamati detil benda seperti warna, bentuk, tekstur, kepadatan benda, dll.

 

5) Bagaimana membuat suasana Ramadhan tahun ini teteap menyenangkan bagi si Kecil walau hanya di rumah saja?

Pada saat Ramadhan, jadwal yang tadinya sudah rutin menjadi berubah lagi. Si kecil dibangunkan untuk sahur, aktivitas menjadi lebih kalem, makan bersama baru bisa dilakukan lagi saat berbuka. Biasanya perubahan menimbulkan protes si kecil. Namun setelah beberapa hari, ia akan lebih terbiasa. Penting untuk melanjutkan rutinitas baru ini, sehingga si kecil lebih teratur, ia juga merasa lebih aman dan nyaman dengan hidupnya.

Supaya lebih menyenangkan, jadikan berbagai kegiatan Ramadhan sebagai sumber suka cita keluarga. Lakukan dengan banyak senyum dan tawa, buatlah variasi mulai dari menu sampai aktivitasnya. Ketika si kecil kesal menunggu, misalnya kesal menunggu waktu berbuka, buat si kecil bersemangat lagi dengan mengajak memperhatikan detak jam atau menghitung. Sesekali variasikan kegiatan menghitungnya misalnya dengan menghitung bergantian antara si kecil, bunda dan ayah.

Salah satu momen yang paling ditunggu saat Ramadhan adalah berbuka puasa. Jadikan momen ini sebagai momen yang menyenangkan. Misalnya dengan menyediakan menu berbuka yang sehat dan dimasak penuh cinta. Ajak si kecil untuk terlibat dalam menyiapkannya, sehingga ia juga lebih bersemangat untuk menyantapnya.

Mendekor ulang rumah kita bisa meningkatkan semangat si kecil. Sesungguhnya yang lebih menimbulkan semangat bukanlah hasil dekorasinya, namun proses membuat dekorasinya. Jadi libatkan si kecil dalam melakukannya.

Ajak si kecil mencari benda-benda yang bisa didaur ulang untuk bisa mendekor rumah. Misalnya mainan lama yang bisa dicat ulang, atau kertas-kertas berwarna yang bisa dilipat dan digunting.

Setelah bersama-sama menyiapkan peralatan, si kecil diajak berkarya, baik itu menempel, menggunting dengan bantuan bunda, mewarnai, dll. Lalu si kecil bisa meletakkan hasil karyanya di tempat yang bisa dilihat oleh seluruh keluarga.

Setelah selesai, jangan lupa ajak si kecil untuk membereskan hasilnya. Dengan demikian, ia bisa belajar bahwa semua kegiatan ada prosesnya, mulai dari persiapan sampai membereskannya. Ia jadi belajar bertanggung jawab juga, sembari lebih bersemangat menyambut Ramadhan.

Supaya lebih afdol lagi, ajak ayah bekerja sama untuk melakukan ini semua. Kerja sama dengan ayah bisa dilakukan dengan bersama-sama melakukan kegiatan, ataupun melakukan hal berbeda, misalnya ayah mengajak si kecil bermain sementara bunda memasak.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Beragam Manfaat Minum Susu Sebelum ...

Minum susu sebelum tidur dipercaya dapat memberikan manfaat yang lebih. Selain menambah asupan...

Cara Membantu Anak Mandiri Sejak ...

Kemandirian merupakan hal penting dalam hidup. Oleh karena itu, anak sebaiknya belajar mandiri...

Cara Berkomunikasi dengan Anak Usia 2...

Yuk, membaca cara berkomunikasi dengan anak 2-3 tahun untuk mempererat hubungan. Cara yang ada juga...

6 Tips Hadapi Perilaku si Kecil ...

Ada kalanya si Kecil rewel saat di Rumah. Apa yang harus Bunda lakukan? Berikut tips untuk Bunda...

Bangun Rasa Percaya Diri si ...

Dorong si Kecil untuk menentukan sendiri aktivitas yang ia mau. Berlatih untuk memilih bisa...

Stimulasi Tepat Untuk Dukung Si ...

Selain asupan bergizi, banyak aktivitas yang bisa mendukung si Kecil selama masa physical...


Artikel Terpopuler

Tips Jaga Kesehatan Si ...

Baca Selengkapnya >

Bunda, Ajarkan Cara Mencuci ...

Baca Selengkapnya >

Tips Agar Si Kecil ...

Baca Selengkapnya >

Penting, Baca Label Kemasan ...

Baca Selengkapnya >

Tips Mudah Atur Pola ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut